Rabu, 09 Oktober 2013

TENTANG CINTA

Datang membawa senyuman
Pergi membawa tangisan
Menatap bersama kenangan
serna dengan kerinduan

Mendendam dengan kecewa
Yang tertinggal hanya air mata
Mengenang dengan cerita
Menjajah akan derita

Menanamkan rasa
Menghayalkan surga
Yang tertinggal hanya luka
Mencabut paksa

Tak pernah surut kisah
tak pernah mati langkah
selalu ada yg baru tentang kisah
walau membuat hati terkadang resah

~ KECEWA ~


Dulu ku sangka kau lah cintaku
Tapi ternyata ku keliru
Cinta yg kau berikan
Hanya sebuah permainan

Aku kecewa terlalu percaya
Aku kecewa karna kau pendusta
Cintamu hanya cinta palsu
Untuk menutupi sandiwaramu

Untuk apa kau lakukan semua itu
Hanya untuk mendapatkan simpatiku
Kini ku kecewa karnamu
Kini ku terluka karna cintamu

Biarlah ini sebagai pelajaran hidupku
karna terlalu percaya pd cintamu
Yg akhrnya membuatku kecewa
Dan terluka untuk yg kedua kalinya.

~ ku Titip Salam ~~


Malam mulai menepi
Alam gelap nan sunyi
Tiada suara kudengar
Anak manusia nyenyak dalam tidurnya

Di pantai ini
Kurasakan lembutnya terpa angin
Bintang-bintang bertebaran di langit
Suara ombak laksana irama musik mengalun

Sahabatku, di mana engkau berada sekarang?
Kita tlah pernah bercanda bersama
tertawa dan saling berbagi
Biarlah engkau ada di ujung pulau
rinduku selalu ada untukmu

Kini lama kita tidak berjumpa
Tidak apalah jika ini memang kehendak Ilahi
Saatnya kita sekarang berbakti
Semoga Tuhan memberkati

Oh, angin malam!
Walau ku tak dapat melihat apapun dalam gelap
Namun bayang wajah lembut sahabatku masih membekas
Kutitip salam untuk sahabat sejatiku
yang kini ada di ujung pulau.

**Perpisahan Menjadi Luka**


Langit begitu marah..
Terluka dari sebuah amarah..
Meskikah aku selalu menyulitkan hidupku..
Meski waktu tak berpihak selalu..

Apakah takdir sedang mempermainkan duniaku..
Tiada henti merayu menunggu kesulitan bagiku..
Sungguh setengah rindupun tak terbalaskan untukmu..
Apakah aku ingin tetap berada di noda dustamu..

Masih adilkah kesepian seolah bercanda untukku..
Membiarkan perasaan selalu bersedih dihatiku..
Mampukah aku menjaga mahkota cintamu..
Yang selalu dirajai oleh keegoisan dan kebohonganmu..

Kadang berharap selalu berkata membiasakan..
Namun adakah kamu memiliki cinta diawal perkenalan..
Mungkin matahari esok berkata menutup fajar..
Perlahan menjadi akhir jeritan yang sanggup tertidur..

**Kasih **


Ingin malam ini ku merajuk rindu 
Di dalam belaian mesramu
Ingin malam malam ku yang penuh sepi 
kau selalu hadir menyapaku

Ingin di keheningan jiwaku kau hadir
Untuk menemani kesendirianku
Karna kaulah yang selalu ku rindu
Dalam angan dan khayalku

Karna kaulah pengobat resahku
Dalam menunggu datangnya sang cintaku
Karna kaulah pujaan hatiku yang selalu ku tunggu
Di setiap mimpi mimpi malamku

Kaulah . . . . Segalanya bagiku
duhai kekasih belahan jiwaku

Maafkan aku yg telah mencintaimu dan menyayangimu,, bahkan aku ingin memilikimu,


Tapi engkau tak pernah menyadari,,
Betapa kuatnya cintaku padamu,,
Dan kau anggap aku hanya gurauan belaka,,
Bahkan engkau anggap aku tidak ada artinya di matamu,,
Engkau bersenang"di atas deritaku,,
Engkau tertawa di atas sakitku,,

Stiap perihku,lukaku,sedihku,kecewaku,,
Tak bisa aku berbuat apa",,
Hanya terdiam pilu,menahan smua siksa hati,,
Ku rabakan tangan di atas dadaku,,
Semoga aku sabar dengan semua yang telah terjadi,,

Kini aku akan pergi meninggalkanmue,,
Dan juga meninggalkan ke tempurukan yg membebaniku,,

Tolong jangan pernah ganggu aku lagi,,
Aku lakukan smua ini dmi masa depanku,,
Dan juga bukan karna cintaku telah mati,,
Namun aku ingin mencoba,,menjalani hidup yang baru,,pahamilah aku...

~Mulai Dari Mana


Harus ku mulai dari mana
Kala hati semakin merana
Sementara sepi kian memaksa
Dia berkata; Aku harus berbicara

Beribu puisi telah aku rangkai
Beribu sajak telah aku urai
Mewakili hati yang sepi
Mewakili jiwa yang nyeri

Sementara siang kian meradang
Sebentar lagi berubah petang
Aku masih saja terdiam
Dengan pemikiran yang merajam

Sementara sepi kian memaksa
Agar aku lekas berbicara
Dan lantang dalam bersuara
Selayak hidup dalam dunia

Namun apalah daya
Aku bisu, Aku bungkam
Aku tetap diam
Dan mungkin selamanya diam